PENYEBAB BOROS
PENYEBAB BOROS
TIDAK ADA PERENCANAAN
Salah satu ciri zaman modern adalah segala
sesuatu dibuat menjadi sangat mudah. Lihat saja televisi, kalau dulu selain
ukurannya besar, memindahkan channel-nya pun butuh tenaga. Bandingkan dengan TV
zaman sekarang yang sudah menggunakan remote control, yang hanya dengan sekali
sentuh, channel sudah berpindah. Termasuk untuk menggerakkan TV-nya sekalipun.
Juga AC, lampu, bahkan ada yang dengan suara pun sudah bisa menjadi sensor
penggerak peralatan rumah tangga kita, luar biasa. Sungguh kemampuan akal
manusia telah menjadikan kebutuhan hidup kita lebih mudah untuk
dilakukan.
Tapi, kemudahan ini pun ada dampak negatifnya.
Tiada lain karena segala kemudahan yang didukung dengan pengetahuan yang memadai
serta sikap mental yang bermutu, ternyata dapat menjadi biang munculnya
pemborosan. Ada seorang suami yang tercengang melihat rekening tagihan
bulanannya yang membengkak luar biasa sesudah ia dan istrinya masing-masing
memiliki kartu kredit dan menggunakan handphone. Tiada lain, karena sedemikian
mudahnya menggunakan dua alat yang memang diperuntukkan sebagai pemberi
kemudahan ini. Biasa tinggal menggesek dan memijit saja sampai-sampai waktu
untuk mengadakan perhitungan biaya yang dikeluarkan pun terlewati.
Sangat berlainan halnya dengan orang yang
menyimpan uangnya di tabungan, yang harus berproses dulu. Untuk mengambilnya,
proses ini akan cukup menghambat keinginannya untuk mudah mengeluarkan uang.
Harap dimaklumi, sesungguhnya tidak berarti kartu kredit dan handphone itu
buruk, melainkan para pemiliknya harus memiliki mental dan keilmuan yang lebih
tangguh agar apa yang dimilikinya tidak jadi bumerang, yang akan menjebak dan
menyengsarakannya.
Salah satu yang dapat kita lakukan untuk
menghindari perilaku boros ini adalah dengan membuat perencanaan keuangan.
Subhanallaah, sebuah rumah tangga yang terbiasa mengadakan perencanaan, selain
lebih hemat juga dapat mengadakan antisipasi terhadap kekurangan cash flow
keuangan keluarga. Bahkan anak-anak pun sudah dapat dilatih sedari kecil dengan
cara uang jajannya diberikan mingguan atau bahkan bulanan, sehingga sang anak
sudah biasa membuat perencanaan pengeluarannya, dalam hal ini akan sangat
membantu dalam program penghematan.
Ada sebuah contoh menarik. Ibu Fulanah, sebut
saja begitu, hampir setiap minggu selalu bertengkar dengan suaminya. Sebabnya
adalah anggaran belanja yang tidak pernah cukup. Padahal menurut perhitungan
kasar sang suaminya, dianggap sudah memadai. Sesudah diselidiki dengan seksama,
ternyata ibu Fulanah ini memang tidak punya perencanaan anggaran belanja
berimbang, sehingga tidak ada prioritas dalam pengeluaran uang dan tentu saja
akibatnya banyak hal penting tak terbiayai sedangkan hal sekunder yang tak
begitu penting malah dibeli.
Berlainan dengan ibu Siti, bukan nama
sebenarnya, yang memiliki pengetahuan untuk mengadakan perencanaan pengeluaran
dan pemasukan yang berimbang. Walaupun gaji suaminya pas-pasan dan bahkan
cenderung kurang, tapi dengan perencanaan yang cermat dan terbuka kepada seluruh
anggota keluarga sehingga setiap anggota keluarga memahami keadaan perekonomian
keluarga yang sebenarnya. Akibatnya, selain dananya tepat guna, seluruh keluarga
pun terbiasa juga berhemat. Selain itu, kekurangan dana juga bisa dideteksi
lebih awal dan segera dicarikan solusinya bersama. Tentu saja hasil kerja sama
setiap anggota keluarga ini membantu menyelesaikan masalah yang ada. Sungguh
sangat belainan dengan ibu Fulanah dan suaminya tadi yang sibuk saling
menyalahkan, padahal tentu saja tidak menyelesaikan masalah, justru malah
menambah masalah.
Kalau tak percaya, untuk hal yang sederhana saja
yaitu jikalau kita pergi berbelanja ke pasar atau toko serba ada namun tidak
punya perencanaan yang jelas, maka akibatnya bisa secara sembrono membeli hal
yang tidak prioritas. Disamping itu kurangnya perencanaan menyebabkan pula
peluang kegagalan semakin terbuka lebar, berarti pemborosan dalam segala
bidang.
Maka jikalau ingin menjadi orang yang hemat,
selalu adakan perencanaan yang matang dalam segala hal. Semakin mendetail/rinci
maka semakin besar pula peluang untuk sukses dalam penghematan ini. Termasuk
untuk hal-hal yang sederhana atau yang biasa dianggap sepele. Biasakanlah
sebelum belanja tulis dengan baik dan jelas barang yang harus dibeli dan
anggaran yang harus disediakan, begitu pula dalam belanja bulanan, rumah tangga
yang terbiasa mengadakan perencanaan, selain lebih hemat juga bisa mengadakan
antisipasi terhadap kekurangan biaya belanja, bahkan anak-anak pun sudah bisa
dilatih mulai dari kecil dengan cara uang jajannya bisa diberikan mingguan atau
bahkan bulanan, sehingga sang anak sudah biasa membuat perencanaan
pengeluarannya, dan hal ini akan sangat membantu dalam hal efisiensi.
Hanya saja harus juga dianggarkan dengan jelas
biaya sedekah sebagai investasi penting untuk penolak bala dan bencana,
pengundang rezeki yang lebih berkah. Jangan sampai keinginan hemat menjadi
kekikiran dalam kebaikan. Rasulullah dalam hal ini bersabda, "Orang yang kikir
akan jauh dari Allah dan jauh dari manusia" (HR Thabrani).
Allah SWT pun menjelaskan dalam firman-Nya,
"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan, jika kamu tidak menafkahkan
sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui" (QS. Ali Imran [3] : 92). Dalam ayat lain,
"Dan barangsiapa yang terpelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah
orang-orang yang beruntung" (QS. Ath Taghabun [54] : 16).
Nampaklah bahwa perencanan finansial yang
berdampak pada perilaku hemat, ternyata bukan berarti harus
kikir.***
KURANG PERAWATAN
Aini sekali lagi harus pergi ke dokter gigi
untuk memeriksakan giginya yang sering sakit. Padahal dokter gigi yang praktek
di kampungnya cuma satu-satunya dan berjarak cukup jauh hingga untuk mendapatkan
perawatan dokter tersebut ia harus meluangkan waktu lebih awal dan tetap antri
berlama-lama bersama-sama dengan pasien lain. Aini sebetulnya tidak perlu
repot-repot pergi ke dokter gigi seandainya ia rajin merawat kesehatan giginya.
Perawatan yang ringan dengan kebiasaan menjaga kebersihan tentu lebih
menguntungkannya. Ia tidak perlu membuat jadwal khusus untuk pergi ke dokter
gigi yang selain menyita waktu dan tenaga, juga menguras keuangannya untuk
sekedar ongkos naik angkot dan membeli obat.
Silahkan bayangkan sendiri apa yang terjadi
andaikata kita tidak merawat gigi kita selama sebulan saja, jangan digosok,
biarkan saja! Resiko apa kira-kira yang akan kita pikul (keuntungan yang
diperoleh adalah hemat odol, hemat waktu, dan hemat tenaga).
(Maaf) Gigi menjadi kuning menebal membuat mual
siapapun yang melihatnya, aromanya benar-benar memusingkan siapapun yang
menghirupnya tentu saja termasuk yang bersangkutan, penyakit mulut serba kumat
bisa jadi sariawan, infeksi mulut, termasuk sakit gigi (seperti yang kita
maklumi sakit gigi adalah sakit yang paling dramatis, selain sakitnya hampir tak
tertahankan, jarang ada yang menengok apalagi mengirim makanan bahkan terkadang
jadi bahan tertawaan), hubungan dengan sesama akan kacau berantakan, begitupun
hubungan bisnis/kerja, sekali lagi silahkan kalkulasikan sendiri kerugian dari
segala sisi terhadap akibat dari kurangnya perawatan.
Hal ini berlaku terhadap apapun yang harus
dirawat, barang-barang rumah tangga, elektronik, kendaraan, apapun termasuk
tubuh kita sendiri, kita akan menanggung resiko pengeluaran yang jauh lebih
besar dibanding biaya perawatan berkala yang dilakukan.
Pernah kami melihat sebuah mobil Mercy tahun 48,
yang masih sangat mulus, karena pemiliknya begitu disiplin merawatnya dengan
seksama, baik kondisi bodinya maupun mesinnya, bahkan sampai komponen detail
interiornya sekalipun, karena dengan teratur dibersihkan secara apik dan benar,
begitu pun penggantian komponen atau pelumas sesuai dengan aturan ausnya,
dianggarkan secara khusus, dan hasilnya selain mobil itu awet dan masih sangat
nyaman dipakai juga punya nilai jual yang jauh lebih tinggi.
Mahasuci Allah SWT yang menjanjikan "La
insyakartum la adzii dannakum wa la in kafartum inna adzaabi la syadiid" (QS.
Ibraahim [14] : 7) yang artinya "Barangsiapa yang bersyukur atas nikmat yang ada
niscaya Kutambah nikmat-Ku padamu, dan barangsiapa yang tiada tahu bersyukur
niscaya adzab Allah sangat pedih."
Memelihara nikmat yang Allah titipkan/karuniakan
kepada kita sesungguhnya termasuk amal shaleh yang utama dan dikategorikan ahli
syukur yang pasti mendapat balasan nikmat lain yang lebih baik, dan sebaliknya
orang yang tak mau merawat nikmat ini termasuk orang yang kufur nikmat yang akan
memikul derita kerugian lahir batin, naudzubillaah.
Sebetulnya anggaran untuk merawat, tidak boleh disebut biaya
perawatan, melainkan investasi/modal, seperti halnya membeli sikat gigi dan
pastanya bukan biaya melainkan modal untuk menikmati gigi yang sehat, bisa makan
dengan nikmat dan lain sebagainya.
Oleh karena itu, marilah kita songsong nikmat
yang melimpah yang Allah janjikan dengan mensyukuri nikmat yang ada yaitu
diantaranya dengan merawat, memelihara dengan baik, teratur dan
benar.
DIPERBUDAK NAFSU
Sesungguhnya pemboros sejati adalah orang-orang
yang memang pecinta duniawi ini, yang mengutamakan topeng ingin dipuji dan
dihormati orang lain, yang bersikukuh menjaga gengsi, yang ingin serba enak
dengan kemewahan, yang larut sebagai korban mode atau korban jaman, yang pada
ujungnya penyebabnya adalah kurang iman akibat kurang pengetahuan tentang
hakekat hidup mulia yang sebenarnya.
Memang menyedihkan kehidupan yang selalu diukur
dengan ukuran materi dengan badai informasi lewat media cetak maupun elektronik
lewat film, sinetron, lagu, iklan, dan lain-lain, mempertontonkan kehidupan
mewah, glamour, membuat banyak orang yang hidup tidak realistis seakan jauh
lebih besar pasak daripada tiang, dan semua ini juga menjadi biang keresahan dan
kesengsaraan batin juga menjadi biang terjadinya tindakan
ketidakjujuran/kejahatan, karena untuk mendapatkan obsesinya tersebut akan
menghalalkan segala cara.
Tukang jaga gengsi, kasihan benar orang yang
sangat menjaga gengsi takut tertinggal oleh orang lain, dia akan pontang-panting
untuk memiliki sesuatu agar gengsinya dianggap tetap terjaga, walaupun harus
pinjam sana-pinjam sini tentu saja barang yang dimilikinya tak akan
membahagiakannya karena taruhan untuk memilikinya sesungguhnya diluar
kemampuannya.
Korban mode ini pun selain pemboros juga
menderita, karena selalu ingin tampil up to date bermode sesuai dengan jaman,
tentu akan repot karena mode terus menerus berubah pasti akan sangat menguras
tenaga, waktu, dan biaya, dan yang paling meyedihkan paling sering seseorang
merasa keren sesuai dengan mode padahal yang melihatnya menjadi sangat geli
bahkan mengasihani, karena selain seringkali mode itu tak sesuai/tak pantas,
orang lain juga sudah tahu modal yang sebenarnya.
Si Sombong, kalau si Sombong tak pernah tahan
melihat orang lain melebihi keadaannya, sehingga yang terus ada dalam benak
pikirannya adalah bagaimana selalu kelihatan lebih dari orang lain dalam hal
apapun, makanya dia begitu menderita melihat kesuksesan, kekayaan, dan kemajuan
orang lain, maka akan berjuang mati-matian dengan cara apapun agar selalu tampak
lebih bagus, lebih moderen, lebih kaya, lebih elit, dia sudah tak perhitungkan
lagi biaya yang keluar dan dari mana asalnya yang penting lebih dari orang
lain.
Si Riya, alias tukang pamer, kalau si Riya ini
persis mirip etalase sibuk ingin memiliki sesuatu yang diharapkan membuat
dirinya diketahui kekayaanya, statusnya, dan lain sebagainya, tentu saja ia akan
berusaha pamer pakai barang luar negeri, ekslusif, lain dari yang lain, yaa
sebetulnya mirip satu sama lain, fokus dari pikirannya adalah bagaimana supaya
dinilai hebat oleh orang lain setidaknya tidak diremehkan.
Dalam beberapa hal menjaga kemuliaan diri ini
adalah kebaikan, tapi kalau sampai menyiksa diri, melampaui batas kemmpuan
apalagi sampai melanggar hak-hak orang lain termasuk yang diharapkan, maka
jelaslah kerugian dunia akhiratnya.
CEROBOH ATAU KURANG PERHITUNGAN
(LALAI)
Kawan karibnya tergesa-gesa adalah ceroboh,
tidak hati-hati, atau tidak berperhitungan cermat. Boleh jadi dia sudah punya
perencanaan matang lalu menahan diri dari tergesa-gesa tapi belum juga luput
dari kerugian kalau dia masih bertindak ceroboh. Skala kerugian akibat ceroboh
ini sangat macam-macam mulai dari yang sederhana sampai bencana masal lahir
batin melibatkan orang banyak.
Kisah kawan yang baru pulang dari Timur Tengah,
dengan penuh keceriaan dan bangga memperlihatkan oleh-oleh yang katanya barang
elektronik langka dan tidak ada di Indonesia. Sudah sangat terbayang dibenaknya
selama perjalanan untuk mempergunakan alat canggih dan mahal ini, maka
sesampainya di rumah sebelum melakukan apapun segera saja dibuka bungkusnya
untuk dioperasikan secepatnya. Dengan diiringi uraian panjang lebar tentang
keutamaan alat ini maka segeralah kabel listriknya dipasang. Tunggu punya tunggu
kenapa tidak jalan seperti semestinya, bahkan beberapa saat kemudian tercium bau
khusus, ya bau khusus kabel terbakar dan benar saja asap pun segera menghiasi
alat baru tersebut. Walhasil selain kaget, sedih, kecewa. Tentu saja sangat rugi
uang, waktu, dan tenaga mengangkut dari jauh ribuan kilo meter, hanya dalam
bilangan detik saja menjadi sampah tak berguna karena kecerobohan lupa merubah
voltase listriknya.
Ada kisah yang lebih dramatis lagi, semoga tidak
ada orang yang mengulangi kecerobohan ini, yaitu ketika seorang ayah yang tentu
sangat sayang kepada keluarganya, harus mengantar istri dan anaknya berobat ke
dokter, mampir di sebuah apotik untuk membeli obat. Ketika keluar dari mobil,
segera saja lari masuk ke dalam apotik, tiba-tiba terdengar jeritan dan suara
benturan yang keras lalu suara benda besar terjun ke sungai, apakah yang
terjadi? Ternyata sang suami ini begitu ceroboh memarkir mobilnya di pinggir
jalan yang menurun dan tidak memasang rem tangan ataupun memasukkan gigi
persenelingnya, sehingga sepeninggalnya mobil ini meluncur dengan sendirinya tak
terkendali lalu membentur dinding jembatan dan akhirnya jatuh ke sungai, sungguh
tragis. Ternyata hidup dengan mengandalkan kasih sayang saja tidak cukup,
melainkan juga harus dengan kehati-hatian. Jauh dari kecerobohan.
Belum lagi kisah seorang ibu yang mengantuk
ketika memberi obat kepada anaknya, yang ternyata harus rela kehilangan buah
hatinya, karena ceroboh salah memberikan obat.
Begitu banyak kisah kecerobohan dari sisi
kehidupan manapun yang ujungnya adalah bencana yang sangat merugikan dan
memilukan. Oleh karena itu, sebagai langkah awal kita harus selalu berupaya
memahami segala sesuatu dengan baik. Luangkanlah waktu untuk mempelajari
prosedur dan aturan-aturan penggunaan, cara pakai yang benar, dosis atau takaran
yang pasti, bacalah buku/lembaran panduannya terlebih dahulu, dan pahami dengan
seksama berikut segala larangan dan resikonya.
Lalu tahap selanjutnya berusahalah untuk
disiplin dan tertib melaksanakan sesuai aturan. Ikutilah tahapan-tahapan dan
batasan-batasan yang dianjurkan/diharuskan dengan seksama, dan bersabarlah untuk
mengikutinya, jangan sok tahu dan menganggap enteng.
Selalu melakukan sesuatu dengan kesungguhan,
kehati-hatian dan konsentrasi yang baik agar tak terjadi kecerobohan yang
merugikan.
MALAS
Berbicara tentang kemalasan, maka bukan
berbicara tentang kurang pengetahuan. Dia tahu tapi tetap tidak melakukan hal
yang semestinya dilakukan, ya karena enggan atau malas itulah, dan kerugian yang
timbul pun bukan main-main bisa jadi sampai hilang nyawa. Para pengangguran yang
malas mencari nafkah, atau malas bekerja keras, benar-benar makhluk beban biang
pemborosan karena walaupun menganggur dia tetap harus menguras dana untuk makan,
minum, tempat berteduh, mandi, listrik, air ledeng, dan lain
sebagainya..
Padahal kalau dia mau saja keluar dari rumahnya
dengan niat dan tekad untuk bekerja keras mencari nafkah niscaya akan seperti
burung yang keluar dari sangkarnya dan kembali membawa cacing untuk makan
keluarganya, jadi bukan karena tidak ada jatah rizkinya melainkan malas
menjemput jatahnya.
Ada seorang pemuda, malah mahasiswa, mempunyai
motor yang bagus tapi dia malas sekali untuk memarkir kendaraannya di tempat
semestinya, merasa lebih mudah menyimpan di depan pintu kostnya dan dia pun
malas untuk repot-repot menggunakan rantai pengaman. Di ujung kisah ini sudah
bisa ditebak, kemalasan seperti ini adalah memberi kemudahan bagi para maling
untuk melakukan aksinya. Malas mengeluarkan waktu dan tenaga yang tak seberapa
dan hasilnya lenyaplah berjuta-juta hasil tabungan orang tuanya plus masih harus
nyicil sisanya.
Kisah lainnya tentang safety belt atau sabuk
pengaman. Karena merasa sudah terbiasa tak menggunakan dan juga malas
memakainya, maka Pak Fulan sang boss sebagai pemilik mobil mewah harus memiklul
derita yang menyedihkan, yaitu tatkala ada mobil orang lain yang hilang kendali
sehingga menabrak mobilnya tanpa bisa dihindarkan. Akibatnya, selain harus
berbaring di rumah sakit berbulan-bulan karena geger otak dan patah tulang
tangan serta kakinya yang tentu mengeluarkan biaya mahal, juga tak dapat bekerja
dengan baik yang menghilangkan kesempatan bisnisnya, serta silahkan hitung jenis
kerugian lainnya. Hal yang berbeda tidak dialami sang supir yang walaupun
pendidikannya hanya Sekolah Dasar tapi selalu berusaha tertib, disiplin, dan
tidak mengenal malas untuk menyempurnakan kewajibannya. Sang supir selamat
karena menggunakan sabuk pengaman dengan baik dan juga tidak pernah malas untuk
berdo’a meminta perlindungan kepada Allah yang menguasai segala kejadian. Tak
pernah malas untuk berdzikir sepanjang jalan, juga tak pernah malas untuk
bersedekah, bukankah sedekah adalah penolak bala.
Silahkan renungkan sendiri perkara kemalasan
lainnya. Misalnya malas mandi, maka bersiaplah untuk berpanu ria. Malas
mengerjakan tugas dan belajar maka bersiaplah untuk tidak naik kelas/tingkat.
Malas ngantor maka bersiaplah untuk dirumahkan, malas beribadah maka bersiaplah
untuk mendapatkan penderitaan dunia akhirat (naudzubillaah), bukankah tugas kita
ini untuk beribadah?! Percayalah tidak ada jalan kesuksesan bagi pemalas yang
malang. Maka, marilah kita lawan dengan segenap tenaga, dobrak, bagai buldozer
menggempur penghalang. Yakinlah bahwa kita sangat sanggup melawan kemalasan yang
merugikan dan menghinakan itu dengan mudah asalkan mau memulainya dengan DO IT
NOW. Lakukan sekarang juga apa yang harus kau lakukan. Selamat menikmati
hasilnya.
KURANG KENDALI
Ada sebuah rumus sederhana
untuk sebuah kebangkrutan, pada umumnya jatuhnya sebuah usaha itu tidak langsung
sekaligus melainkan pelan menjalar dan akhirnya menjadi parah tak tertahankan,
dan penyebab semua ini adalah lemahnya system pengontrolan dari usaha
tersebut.
Ya bagi siapapun yang mau
pergi menggunakan kendaraan dan tidak melakukan pengontrolan terhadap jumlah
bahan bakar yang ada maka bersiaplah stress sepanjang jalan dan siap pula untuk
berkuah peluh mendorongnya, apalagi perjalanan keluar kota dan tidak punya
sistem pengontrolan terhadap air radiator, oli, ban cadangan dan peralatannya,
kotak P3K, atau hal lainnya maka bersiaplah untuk memikul biaya besar akibat
kelalaian pengontrolan ini.
Orang tua yang tidak punya
sistem kontrol yang baik terhadap perilaku dan pergaulan anak-anaknya, tampaknya
terlalu banyak contoh di sekitar kita tentang aib dan bencana yang harus dipikul
kedua orang tuanya.
Begitu pun organisasi yang
lemah sistem kontrolnya baik ke atas maupun ke bawah niscaya organisasi ini akan
menjadi organisasi babrok, tak bermutu, tak akan berprestasi dengan benar dan
baik, dan suatu saat pasti ambruk karena memang demikianlah sunnatullah-nya.
Termasuk sakitnya bangsa ini jelas sekali menjadi pelajaran bagi kita semua,
korupsi dimana-mana merajalela disegala lapisan, sungguh menyedihkan memang
bangsa kita punya moral yang sangat buruk begini, pelajaran yang dapat diambil
memang sistem pengontrolan dari rakyat ke penguasa hampir tiada, aparat yang
harus juga ternyata tak jujur maka ya jadilah semrawut begini.
Oleh karena itu marilah kita
mulai dari diri kita, keluarga kita untuk berbudaya membangun system
pengontrolan yang baik, benar dan tepat, awali pengetahuan tentang resiko yang
harus dipikul yang dapat dicegah dengan cek dan ricek yang baik, lalu biasakan
membuat check list, atau daftar pengecekan yang jelas dan detail, dan mulailah
membiasakan untuk tidak melakukan apapun sebelum mengadakan check dan ricek
tadi, Insya Allah semoga Dia mencegah segala kemudharatan dengan sikap kita yang
penuh kehati-hatian ini, sehingga kita lebih dapat menikmati hidup ini dengan
lebih baik.
SEGALANYA MUDAH
Salah satu ciri dari zaman
modern ini adalah segala sesuatunya dibuat menjadi sangat mudah, lihat saja TV,
kalau dulu selain ukurannya besar memindahkan chanelnya juga butuh tenaga,
bandingkan dengan TV saat ini, sudah menggunakan remote yang hanya disentuh saja
termasuk menggerakkan TV-nya sekalipun, juga AC, lampu, bahkan suara kita pun
sudah bisa jadi sensor penggerak peralatan, luar biasa.
Tapi ada dampak negatifnya
segala kemudahan yang tak didukung dengan pengetahuan yang memadai serta sikap
mental yang bermutu, karena ternyata biang pemborosan pun bisa lahir dari
kemudahan ini.
Ada seorang suami yang
tercengang melihat rekening tagihan bulanannya yang membengkak luar biasa
sesudah beliau dan istrinya masing-masing memiliki kartu kredit dan menggunakan
handphone, karena demikian mudahnya menggunakannya tinggal menggesek dan memijit
saja sampai-sampai waktu untuk mengadakan perhitungan pun terlewati, tentu
sangat berlainan halnya dengan orang yang menyimpan uang di tabungan yang harus
berproses untuk mengambilnya, proses ini akan cukup menghambat keinginannya
untuk mudah mengeluarkan uang, harap dimaklumi sesungguhnya tidak berarti kartu
kredit dan handphone itu buruk melainkan para pemiliknya harus memiliki mental
dan keilmuan yang lebih tangguh agar apa yang dimilikinya tidak jadi bumerang,
yang akan menjebak dan menyengsarakannya.
Sistem belanja dengan
mencicil juga harus dicermati dengan seksama, kemudahan yang diberikan dengan
kiriman langsung ke rumah dan dicicil bulanan, tentu saja ada mamfaatnya tapi
tidak jarang menjadi ajang pemborosan karena digunakan untuk memiliki sesuatu
yang sebetulnya tidak/belum begitu diperlukan, sedangkan cicilan-cicilan yang
beraneka ragam akan sangat terasa ketika sudah mulai mencicilnya dan lebih
terasa lagi jikalau cicilannya jangka panjang sedang sang barang tak begitu
tinggi nilai mamfaatnya atau bahkan sudah rusak.
Termasuk berbelanja di
superstore, yang sangat serba ada, daya rangsang untuk membeli akan timbul
dengan kemudahan melihat barang-barang tersebut, yang sebetulnya jikalau mau
jujur tanpa barang tersebut pun tak akan berpengaruh bagi keadaan rumah tangga,
sungguh harus sangat berhati-hati selain harus direncanakan dengan baik apa yang
akan dibeli juga harus dibatasi membawa uangnya agar tak kebobolan, berbelanja
hanya karena tergiur dengan kemudahan melihat dan mendapatkannya.
(Sumber : Koran Kecil MQ EDISI 12, 13, 14,
15/TH.I/2001)
20:22 | | 0 Comments
Kiat Menjadi Unggul
Kiat Menjadi Unggul |
| Tgl. publikasi: 9/01/15 11.21 WIB |
|
eramuslim - Alloh Ajja wa Jalla adalah Dzat yang Maha
Sempurna segala-gala-Nya, Maha luas tak terbatas pengetahuan-Nya. Sangat pasti
hanya Alloh-lah Dzat yang Maha Memiliki segala keagungan, Kemuliaan dan
Keunggulan. Sungguh beruntung bagi siapapun yang dikaruniai oleh-Nya potensi dan
bakat untuk unggul. Lebih beruntung lagi bagi siapapun yang di karuniai
kemampuan untuk mengoptimalkan potensi dan bakatnya sehingga menjadi manusia
unggul dan prestatif. Namun, betapa banyak pula orang yang cukup potensial
tetapi tidak menjadi unggul. Betapa banyak orang yang memiliki bakat terpendam
dan tetap "terpendam", tidak tergali karena tidak tahu ilmu untuk
mengoptimalkannya.Padahal tiap orang pada dasarnya memiliki potensi untuk
unggul, termasuk kita. Berikut ini beberapa kiat menjadi pribadi unggul dan
prestatif.
1. PERCAYA DIRI Bagi orang yang ingin memacu percepatan dirinya, maka tidak bisa tidak waktu adalah kuncinya. Sebab sesungguhnya waktu adalah hidup kita. Orang bodoh adalah orang yang diberi modal hidup berupa waktu kemudian ia sia-siakan. Ada tiga kelompok orang yang menggunakan waktu, yaitu : Orang sukses, yaitu orang yang menggunakan waktu dengan optimal, salah satu cirinya adalah ia melakukan sesuatu hal yang tidak di minati oleh orang gagal.Orang malang, yaitu orang yang hari-harinya diisi dengan kekecewaan dan selalu memulai sesuatu pada keesokan harinya.Orang hebat, yaitu orang yang bersedia melakukan sesuatu sekarang juga. Bagi orang hebat tidak ada hari esok, dia berkata bahwa membuang waktu bukan saja kejahatan, tetapi suatu pembunuhan yang kejam.Karena mengetahui dan menyadari akan pentingnya waktu berarti memahami pula nilai hidup dan kehidupan ini. Oleh karena itu, yang pertama dan utama yang harus dilakukan untuk menjadi pribadi unggul adalah pantang menyia-nyiakan waktu. Kita tidak boleh melakukan sesuatu dengan sia-sia, sebab semua yang dilakukan sangat pasti memakan waktu, sedangkan waktu itu sangat berharga. Tidak mungkin kita melakukan yang sia-sia (mubadzir), bukankah perbuatan mubadzir itu adalah perbuatan syetan, Alloh SWT berfirman : "sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syetan, dan syetan itu sangat ingkar pada Tuhan-Nya". (QS. Al Israa (17:27) Lihatlah hidup keseharian kita, seringkali secara sadar atau tidak telah melalaikan waktu. Anehnya tidak jarang setengah mati kita menjaga harta kita supaya tidak hilang dicuri orang, tapi jarang menjaga waktu agar tidak dicuri dengan hal-hal yang sia-sia. Berapa banyak kita ngobrol sia-sia yang berarti dia telah mencuri waktu kita. Berapa banya waktu kita untuk nonton TV yang tidak semua acaranya mendidik kita agar lebih berhasil guna dan berdaya guna, dan TV telah mencuri waktu kita. Maka mulai sekarang pantanglah kita menyia-nyiakan waktu tanpa faedah. Alloh berfirman: "Sesungguhnya berintunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang yang khusu dalam sholatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna". Artinya sholat yang terpelihara mutunya, khusu namanya, yang dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar menjaga kualitas mutu sholatnya, itulah yang beruntung.Jadi pastikan waktu yang digunakan hanya diisi untuk memacu dan menempa kemampuan diri. Artinya setiap jam, setiap hari, setiap minggu yang kita lalui harus selalu benar-benar full manfaat dan lebih yang orang lain lakukan. 2.SISTEM YANG KONDUSIF Sistem yang kita masuki itu akan sangat mempengaruhi percepatan diri kita, salah dalam memilih sistem, memilih lingkungan maka akibatnyapun akan segera kita rasakan. Maka barang siapa ingin memiliki percepatan diri yang baik untuk menjadi unggul, maka harus bisa mencari sistem dan lingkungan atau teman-teman yang berkualitas. Sistem yang memiliki keunggulan dari standar biasa, lingkungan yang memuliakan perilaku yang terjaga, teman yang memiliki kehalusan budi pekerti yang tinggi. Apa bila kita memasuki dalam sistem seperti ini, maka imbasnya pada diri kita jua. Percepatan kita akan terkontrol untuk menjadi unggul dan bermutu. Lembaga atau organisasi yang memiliki sistem yang unggul, banyak yang telah membuktikan dirinya tampil dalam kehidupan bermasyarakat lebih maju dan lebih bermutu. Maka kalau ingin memiliki pribadi yang unggul, tangguh dan prestatif, pastikan untuk tidak salah dalam memilih pergaulan. Sebab salah dalam memilih pergaulan lingkungan, salah dalam memilih sistem, berarti telah salah dalam memilih kesuksesan. Ingatlah pepatah "Bergaul dengan tukang minyak wangi akan kebawa wangi, bergaul dengan pandai besi akan kebawa bau bakaran". 3. BERDAYA SAING POSITIF Dalam setiap kesempatan dan lingkungan, kita harus memiliki naluri berdaya saing positif. Kalau tidak, pasti kita akan berat menghadapi hidup ini. Majalah "Panji" pernah memberitakan bahwa beberapa tahun lagi Universitas-Universitas luar negri, seperti Oxford, Harvard, UCLA, Stanford dan Universitas beken lainya, akan masuk ke Indonesia. Kenyataan ini akan membuat miris beberapa perguruan tinggi. Sikap ini nampaknya dipicu oleh kenyataan adanya kesenjangan kualitas Perguruan Tinggi dalam negri dan Perguruan Tinggi luar negri. Bagi Perguruan Tinggi yang tidak memiliki mental berdaya saing positif, akan membuat mereka panik, kalang kabut karena takut kesaingan. Melihat kenyataan yang sama atau lebih darinya, maka akan dianggap sebuah ancaman yang seolah-olah akan menghancurkanya.Namun bagi yang memiliki mental bersaing yang positif, hal itu justru akan di tanggapi dengan senang hati, seolah-olah dia mendapatkan sparing partner yang akan memacunya lebih berkualitas lagi. Sebab mereka yang tidak diberi pesaing, kadang-kadang tidak membuat mereka maju. Pepatah mengatakan bahwa "lebih baik menjadi juara dua di antara juara umum, dari pada jadi juara satu dari yang lemah, atau juara utama dari yang bodoh". Karena yang terpenting bukan jadi juaranya, tapi bagai mana caranya kita memompa kemampuan optimal dalam menjalani kehidupan. Lebih baik juara dua di antara juara dari pada juara umum di antara yang kalah. Sahabat-sahabat sekalian, kita janganlah sebel jika melihat orang lain lebih baik dari kita, karena orang-orang yang suka iri hati, sebel dongkol kepada prestasi orang lain, biasanya tidak akan unggul. Berani bersaing secara sehat dan positif adalah kunci menuju gerbang kesuksesan. 4. MAMPU BERSINERGI (BERJAMAAH). Steven R. Covey, mencantumkan sinergi sebagai salah satu dari tujuh kebiasaan yang efektif. Dalam bersinergi atau berjamaah akan tercermin perbedaan nilai tiap individu, yang kalau kita mampu mengelolanya akan melahirkan team work yang solid, dimana nilai hasilnya akan jauh lebih besar, lebih dahsyat atau lebih unggul dibandingkan kalau dilakukan sendiri-sendiri. Makin besar kekuatan sinerginya dalam setiap kali berinteraksi dengan yang lain, maka akan semakin besar pula kemampuan yang di hasilkan , itulah diantara kunci menjadi unggul. Jadi kalau ingin menjadi unggul, nikmati hidup berjamaah, karena seorang yang pintar jika bertemu orang yang pintar akan bertambah pintar. Untuk itu berjamaahlah, tapi berjamaah yang positif, karena berjamaah itu ada kalanya saling melemahkan dan saling melumpuhkan. Maka, lakukanlah branchmarking (studi banding) ke institusi lain sebagai perbandingan, dan ini sangat penting. Hal ini agar pemikiran kita terus berkembang tidak mandek atau di situ-situ terus.. Oleh karena itu jangan pernah meremehkan orang lain, setiap bertemu orang harus jadi sarana perubahan dan penambahan wawasan kita. Jangan merasa pintar sendiri, merasa yang terbaik, yang terbagus, maka sebenarnya kita telah menjadi yang terbloon. 5. MANAJEMEN KALBU Tidak bisa tidak, bagi pribadi yang ingin unggul dan prestatif maka dia harus mampu mengendalikan suasana hatinya, karena orang itu tergantung suasana hatinya. Kalau hatinya merasa gembira, maka dia gembira. Kalau hatinya sedang sedih maka sedih pula dirinya, kalau hatinya lagi dongkol, ngambek , maka seperti itulah dirinya. Semua tergantung pada suasana hatinya, maka bagi orang yang tidak mampu mengendalikan/mengelola hatinya akan merasa repot dalam menghadapi hidup ini. Rosululloh SAW bersabda "ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya, tetapi bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama hati",(HR. Bukhari – Muslim). Oleh : K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR |
20:21 | | 1 Comments
Nikmati Proses, K.H. Abdullah Gymnastiar
K.H. Abdullah Gymnastiar
Sebenarnya yang harus kita nikmati
dalam hidup ini adalah proses. Mengapa? Karena yang bernilai dalam hidup ini
ternyata adalah proses dan bukan hasil. Kalau hasil itu ALLOH yang menetapkan,
tapi bagi kita punya kewajiban untuk menikmati dua perkara yang dalam aktivitas
sehari-hari harus kita jaga, yaitu selalu menjaga setiap niat dari apapun yang
kita lakukan dan selalu berusaha menyempurnakan ikhtiar yang dilakukan,
selebihnya terserah ALLOH SWT.
Seperti para mujahidin yang
berjuang membela bangsa dan agamanya, sebetulnya bukan kemenangan yang
terpenting bagi mereka, karena menang-kalah itu akan selalu dipergilirkan kepada
siapapun. Tapi yang paling penting baginya adalah bagaimana selama berjuang itu
niatnya benar karena ALLOH dan selama berjuang itu akhlaknya juga tetap terjaga.
Tidak akan rugi orang yang mampu seperti ini, sebab ketika dapat mengalahkan
lawan berarti dapat pahala, kalaupun terbunuh berarti bisa jadi syuhada.
Ketika jualan dalam rangka mencari
nafkah untuk keluarga, maka masalah yang terpenting bagi kita bukanlah uang dari
jualan itu, karena uang itu ada jalurnya, ada rizkinya dari ALLOH dan semua
pasti mendapatkannya. Karena kalau kita mengukur kesuksesan itu dari untung yang
didapat, maka akan gampang sekali bagi ALLOH untuk memusnahkan untung yang
didapat hanya dalam waktu sekejap. Dibuat musibah menimpanya, dikenai bencana,
hingga akhirnya semua untung yang dicari berpuluh-puluh tahun bisa sirna
seketika.
Walhasil yang terpenting dari
bisnis dan ikhtiar yang dilakukan adalah prosesnya. Misal, bagaimana selama
berjualan itu kita selalu menjaga niat agar tidak pernah ada satu miligram pun
hak orang lain yang terambil oleh kita, bagaimana ketika berjualan itu kita
tampil penuh keramahan dan penuh kemuliaan akhlak, bagaimana ketika sedang
bisnis benar-benar dijaga kejujuran kita, tepat waktu, janji-janji kita penuhi.
Dan
keuntungan bagi kita ketika sedang berproses mencari nafkah adalah dengan sangat
menjaga nilai-nilai perilaku kita. Perkara uang sebenarya tidak usah terlalu
dipikirkan, karena ALLOH Mahatahu kebutuhan kita lebih tahu dari kita sendiri.
Kita sama sekali tidak akan terangkat oleh keuntungan yang kita dapatkan, tapi
kita akan terangkat oleh proses mulia yang kita jalani.
Ini
perlu dicamkan baik-baik bagi siap pun yang sedang bisnis bahwa yang termahal
dari kita adalah nilai-nilai yang selalu kita jaga dalam proses. Termasuk ketika
kuliah bagi para pelajar, kalau kuliah hanya menikmati hasil ataupun hanya ingin
gelar, bagaimana kalau meninggal sebelum diwisuda? Apalagi kita tidak tahu kapan
akan meninggal. Karenanya yang paling penting dari perkuliahan, tanya dulu pada
diri, mau apa dengan kuliah ini? Kalau hanya untuk mencari isi perut, kata Imam
Ali, "Orang yang pikirannya hanya pada isi perut, maka derajat dia tidak akan
jauh beda dengan yang keluar dari perutnya". Kalau hanya ingin cari uang, hanya
tok uang, maka asal tahu saja penjahat juga pikirannya hanya uang.
Bagi
kita kuliah adalah suatu ikhtiar agar nilai kemanfaatan hidup kita meningkat.
Kita menuntut ilmu supaya tambah luas ilmu hingga akhirnya hidup kita bisa lebih
meningkat manfaatnya. Kita tingkatkan kemampuan salah satu tujuannya adalah agar
dapat meningkatkan kemampuan orang lain. Kita cari nafkah sebanyak mungkin
supaya bisa mensejahterakan orang lain.
Dalam
mencari rizki ada dua perkara yang perlu selalu kita jaga, ketika sedang mencari
kita sangat jaga nilai-nilainya, dan ketika dapat kita distribusikan
sekuat-kuatnya. Inilah yang sangat penting. Dalam perkuliahan, niat kita mau apa
nih? Kalau mau sekolah, mau kuliah, mau kursus, selalu tanyakan mau apa nih?
Karena belum tentu kita masih hidup ketika diwisuda, karena belum tentu kita
masih hidup ketika kursus selesai.
Ah,
Sahabat. Kalau kita selama kuliah, selama sekolah, selama kursus kita jaga
sekuat-kuatnya mutu kehormatan, nilai kejujuran, etika, dan tidak mau nyontek
lalu kita meninggal sebelum diwisuda? Tidak ada masalah, karena apa yang kita
lakukan sudah jadi amal kebaikan. Karenanya jangan terlalu terpukau dengan
hasil.
Saat
melamar seseorang, kita harus siap menerima kenyataan bahwa yang dilamar itu
belum tentu jodoh kita. Persoalan kita sudah datang ke calon mertua, sudah
bicara baik-baik, sudah menentukan tanggal, tiba-tiba menjelang pernikahan
ternyata ia mengundurkan diri atau akan menikah dengan yang lain. Sakit hati sih
wajar dan manusiawi, tapi ingat bahwa kita tidak pernah rugi kalau niatnya sudah
baik, caranya sudah benar, kalaupun tidak jadi nikah dengan dia. Siapa tahu
ALLOH telah menyiapkan kandidat lain yang lebih cocok.
Atau
sudah daftar mau pergi haji, sudah dipotret, sudah manasik, dan sudah siap untuk
berangkat, tiba-tiba kita menderita sakit sehingga batal untuk berangkat. Apakah
ini suatu kerugian? Belum tentu! Siapa tahu ini merupakan nikmat dan pertolongan
dari ALLOH, karena kalau berangkat haji belum tentu mabrur, mungkin ALLOH tahu
kapasitas keimanan dan kapasitas keilmuan kita.
Oleh
sebab itu, sekali lagi jangan terpukau oleh hasil, karena hasil yang bagus
menurut kita belum tentu bagus menurut perhitungan ALLOH. Kalau misalnya
kualifikasi mental kita hanya uang 50 juta yang mampu kita kelola. Suatu saat
ALLOH memberikan untung satu milyar, nah untung ini justru bisa jadi musibah
buat kita. Karena setiap datangnya rizki akan efektif kalau iman kitanya bagus
dan kalau ilmu kitanya bagus. Kalau tidak, datangnya uang, datangnya gelar,
datangnya pangkat, datangnya kedudukan, yang tidak dibarengi kualitas pribadi
kita yang bermutu sama dengan datangnya musibah. Ada orang yang hina gara-gara
dia punya kedudukan, karena kedudukannya tidak dibarengi dengan kemampuan mental
yang bagus, jadi petantang-petenteng, jadi sombong, jadi sok tahu, maka dia jadi
nista dan hina karena kedudukannya.
Ada
orang yang terjerumus, bergelimang maksiat gara-gara dapat untung. Hal ini
karena ketika belum dapat untung akan susah ke tempat maksiat karena uangnya
juga tidak ada, tapi ketika punya untung sehingga uang melimpah-ruah tiba-tiba
dia begitu mudahnya mengakses tempat-tempat maksiat.
Nah,
Sahabat. Selalulah kita nikmati proses. Seperti saat seorang ibu membuat kue
lebaran, ternyata kue lebaran yang hasilnya begitu enak itu telah melewati
proses yang begitu panjang dan lama. Mulai dari mencari bahan-bahannya,
memilah-milahnya, menyediakan peralatan yang pas, hingga memadukannya dengan
takaran yang tepat, dan sampai menungguinya di open. Dan lihatlah ketika
sudah jadi kue, baru dihidangkan beberapa menit saja, sudah habis. Apalagi
biasanya tidak dimakan sendirian oleh yang membuatnya. Bayangkan kalau orang
membuat kue tadi tidak menikmati proses membuatnya, dia akan rugi karena dapat
capeknya saja, karena hasil proses membuat kuenya pun habis dengan seketika oleh
orang lain. Artinya, ternyata yang kita nikmati itu bukan sekedar hasil, tapi
proses.
Begitu pula ketika ibu-ibu punya
anak, lihatlah prosesnya. Hamilnya sembilan bulan, sungguh begitu berat, tidur
susah, berbaring sulit, berdiri berat, jalan juga limbung, masya ALLOH. Kemudian
saat melahirkannya pun berat dan sakitnya juga setengah mati. Padahal setelah si
anak lahir belum tentu balas budi. Sudah perjuangan sekuat tenaga melahirkan,
sewaktu kecil ngencingin, ngeberakin, sekolah ditungguin,
cengengnya luar biasa, di SD tidak mau belajar (bahkan yang belajar, yang
mengerjakan PR justru malah ibunya) dan si anak malah jajan saja, saat masuk SMP
mulai kumincir, masuk SMU mulai coba-coba jatuh cinta. Bayangkanlah kalau
semua proses mendidik dan mengurus anak itu tidak pakai keikhlasan, maka akan
sangat tidak sebanding antara balas budi anak dengan pengorbanan ibu bapaknya.
Bayangkan pula kalau menunggu anaknya berhasil, sedangkan prosesnya sudah capek
setengah mati seperti itu, tiba-tiba anak meninggal, naudzhubillah,
apa yang kita dapatkan?
Oleh
sebab itu, bagi para ibu, nikmatilah proses hamil sebagai ladang amal.
Nikmatilah proses mengurus anak, pusingnya, ngadat-nya, dan rewelnya anak
sebagai ladang amal. Nikmatilah proses mendidik anak, menyekolahkan anak, dengan
penuh jerih payah dan tetesan keringat sebagai ladang amal. Jangan pikirkan
apakah anak mau balas budi atau tidak, sebab kalau kita ikhlas menjalani proses
ini, insya ALLOH tidak akan pernah rugi. Karena memang rizki kita bukan apa yang
kita dapatkan, tapi apa yang dengan ikhlas dapat kita lakukan. ***
20:17 | | 0 Comments
Kiat-kiat Membangun Kepercayaan ,K.H. Abdullah Gymnastiar
Kiat-kiat Membangun
KepercayaanK.H.
Abdullah Gymnastiar
Sebelum Nabi Muhammad saw dikukuhkan menjadi seorang Rasul beliau sudah sangat populer di tengah masyarakat kota Mekkah dengan gelar al-Amin yaitu orang yang sangat terpercaya (amanah/kredibel). Gelar ini baik sebelum maupun sesudahnya tidak pernah ada lagi.
Sungguh dahsyat pengaruh suatu kepercayaan dan luar biasa pentingnya untuk kesuksesan karir kehidupan di dunia maupun di akhirat, jah melampaui modal harta benda, kedudukan, jabatan, atau ilmu sekalipun. Ketika kepercayaan sudah sirna di hati orang lain, sulit sekali ntuk tumbuh, walaupun dengan berjuta janji atau membayar dengan harta sebanyak apapun, jikalau kepercayaan di hati orang sudah hilang maka perasaan yang muncul selalu mencurigai dan rasa tidak percaya diri akan selalu membayang dan membekas.
Berikut ini sekelumit uraian yang isya Allah akan menumbuhkan dan memperkuat kepercayaan seseorang.
A. Kejujuran yang terbuktu dan teruji
Kejujuran adalah perilaku kunci yang sangat efektif untuk membangun kepercayaan (kredibilitas), begitu pula bila sebaliknya dapat menghancurkan kehidupan seseorang.
Biasakanlah selalu jujur dimulai dari hal yang paling sederhana dan kecil sekalipun, walaupun terhadap anak kecil, karena sesunggunya Allah menilai perilaku kita, yakinlah tak akan pernah untung sama sekali dengan ketidakjujuran selain kerugian yang mendera dan menghancurkan, sudah terlalu banyak bukti di sekitar kita untuk dijadikan pelajaran.
- Jangan sekali-kali berbohong atau terpancing untuk menambah omongan sehinga menjadi dusta walau dalam gurauan sekalipun.
- Jangan pernah mudah membuat janji, pastikan setiap janji yang diucapkan sudah diperhitungkan matang-matang, dan berusaha keraslah untuk memenuhi janji.
- Tepat waktulah dalam segala hal, jangan terlambat atau gemar menunda-nunda atau mengakhirkan.
- Biasakanlah memiliki data dan fakta yang jelas, dan bersikaplah terbuka.
- Milikilah kemampuan dan kesungguhan mengevaluasi diri, dan segera perbaiki diri begitu ditemukan kesalahan serta bertanggungjawablah dengan sungguh-sungguh dan tulus.
- Jangan pernah patah semangat bila didapati masa lalu kita pernah atau banyak keidakjujuran.
Komponen kedua yang tak kalah pentingnya adalah kehandalan dan kecakapan kita dalam melaksanakan tugas. Walaupun sangat dikenal dan teruji kejujurannya tapi kalau dalam melaksanakan tugas sering berbuat lalai dan kesalahan maka hal ini pun akan merontokkan kredibilitas.
- Kunci utamanya adalah secara sadar kita harus selalu belajar, melatih diri, mengembangkan kemampuan, wawasan serta keterampilan kita secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga selalu memiliki kesiapan yang memadai untuk melaksanakan tugas.
- Awalilah selalu dengan membuat perencanaan yang baikdan persiapan yang matang, gagal dalam merencanakan sama dengan merenacnakan kegagalan.
- Jangan lupa selalu check and recheck, tak boleh kita melakukan sesuatu tanpa cek ulang, sangat banyak peluang kesalahan atau kegagalan yang terselamatkan dengan sikap yang selalu mengadakan pengecekan ulang.
- Laksanakan segala sesuatu dengan kesungguhan, sikap yang hati-hati dan cermat, jangan anggap remeh kelalaian dan kecerobohan karena semua itu biang kesalahan dan kegagalan.
- Selalu sempatkan untuk evaluasi dari setiap tahapan apapun yang kita lakukan, percayalah merenung sejenak untuk mengevaluasi membuat karya kita akan semakin bermutu.
- Nikmatilah dengan menyempurnakan apa yang bisa dilakukan, jangan pernah puas dengan setengah-setengah, jangan pula puas dengan 90%, kalau kita bisa menyempurnakannya, mengapa tidak?
Segala sesuatu yang ada selalu berubah, di dunia ini tidak ada sesuatu apapun yang tidak berubah, satu-satunya yang tetap adalah perubahan itu sendiri, oleh karena itu siapa pun yang tidak menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan maka dia akan tergilas kalah oleh perubahan tersebut.
Maka jelaslah sudah yang dimaksud dengan sabda Rasulullah bahwa orang yang hari ini sama dengan hari kemarin adalah orang yang merugi karena berarti tak ada kemajuan dan tetinggal oleh perubahan, orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dianggap orang yang celaka, karena berarti akan tertinggal jauh dab sulit mengejar, satu-satunya pilihan bagi orang yang beruntung adalah hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, berarti harus ada penambahan sesuatu yang bermanfaat, inilah sikap perubahan yang diharapkan selalu terjadi pada seorang muslim, sehingga tidak akan pernah tertinggal, dia selalu antisipatif terhadap perubahan, dan selalu siap menyikapi perubahan.
Berikut ini beberapa anjuran agar kita dapat selalu mengembangkan kemanpuan kreatif kita:
- Banyak membaca dan menulis.
- Banyak berdiskusi dan bertanya.
- Banyak melihat (mengadakan studi banding).
- banyak merenung (tafakur).
- Banyak berbuat dan mencoba.
- Banyak beribadah dan berdo'a.
Wallahu a'lam bishshawab.
20:14 | | 0 Comments
Albert Einstein Quotes
Try not to
become a man of success, but rather try to become a man of value.
Learn from
yesterday, live for today, hope for tomorrow. The important thing is not to
stop questioning.
You have to
learn the rules of the game. And then you have to play better than anyone else.
The true sign
of intelligence is not knowledge but imagination.
When you are
courting a nice girl an hour seems like a second. When you sit on a red-hot
cinder a second seems like an hour. That's relativity.
Look deep into
nature, and then you will understand everything better.
The difference
between stupidity and genius is that genius has its limits.
We cannot solve
our problems with the same thinking we used when we created them.
It has become
appallingly obvious that our technology has exceeded our humanity.
Peace cannot be
kept by force; it can only be achieved by understanding.
Insanity: doing
the same thing over and over again and expecting different results.
Education is
what remains after one has forgotten what one has learned in school.
The only source
of knowledge is experience.
A person who
never made a mistake never tried anything new.
Only two things
are infinite, the universe and human stupidity, and I'm not sure about the
former.
Strive not to
be a success, but rather to be of value.
It is the
supreme art of the teacher to awaken joy in creative expression and knowledge.
In matters of
truth and justice, there is no difference between large and small problems, for
issues concerning the treatment of people are all the same.
Weakness of attitude becomes
weakness of character.
Do not worry about your difficulties in
Mathematics. I can assure you mine are still greater.The only reason for time is so that everything doesn't happen at once.
In matters of truth and justice, there is no difference between large and small problems, for issues concerning the treatment of people are all the same.
Only a life lived for others is a life worthwhile.
Most people say that it is the
intellect which makes a great scientist. They are wrong: it is character.
Any man who reads too much and uses his own brain too little falls into lazy habits of thinking.
All that is valuable in human society depends upon the opportunity for development accorded the individual.
Pure mathematics is, in its way, the
poetry of logical ideas.
Gravitation is not responsible for
people falling in love.
Any man who can drive safely while
kissing a pretty girl is simply not giving the kiss the attention it deserves.
Reality is merely an illusion, albeit a very persistent one.
Read more at http://www.brainyquote.com/quotes/quotes/a/alberteins100298.html#vBIBgw6CgBGpKgl1.99
18:50 | | 0 Comments
PERMAINAN DADU [ Dosa yang Dianggap Biasa _Muhammad Shalih Al-Munajjid ]
PERMAINAN
DADU
Banyak permainan terkenal digemari
orang yang mengandung perkara yang diharamkan syariat. Di antaranya permainan
dadu yang mengilhami munculnya berbagai macam permainan seperti rolet dan yang
sejenisnya. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam memperingatkan permainan yang
merupakan pintu kepada perjudian tersebut dalam sabdanya:
“barangsiapa bermain dadu, maka ia
seakan mencelupkan tangannya ke dalam daging babi dan darah babi” ( HR Muslim
:4/1770)
Dalam hadits marfu’ Abu Musa
Asy’ari meriwayatkan :
“barangsiapa bermain dadu maka ia
telah berbuat maksiat kepada Allah dan RasulNya” ( HR Al Bukhari :
10/465)
------------------------
20:03 | | 0 Comments
Subscribe to:
Posts (Atom)
About Me
Powered by Blogger.